Selasa, 10 Mei 2016

Jumlah Bank di Banyumas

Tahukah Anda? Ada berapa jumlah Bank di daerah Banyumas? Menurut data yang didapatkan dari BPS Daerah Banyumas menyebutkan sebagai berikut.

Jumlah Bank Umum dan Bank Perkreditan Rakyat di Kabupaten Banyumas 2014
Number of Commercial Ban      
       
Kecamatan Bank Umum BPR Jumlah
Subdistricts Commercial Bank   Total
Lumbir 0 1 1
Wangon 4 2 6
Jatilawang 0 2 2
Rawalo 0 1 1
Kebasen 0 1 1
Kemranjen 0 1 1
Sumpiuh 3 1 4
Tambak 0 1 1
Somagede 0 1 1
Kalibagor 0 1 1
Banyumas 0 1 1
Patikraja 1 0 1
Purwojati 0 1 1
Ajibarang 9 3 12
Gumelar 0 1 1
Pekuncen 0 1 1
Cilongok 0 1 1
Karanglewas 1 1 2
Kedungbanteng 0 1 1
Baturaden 0 1 1
Sumbang 0 0 0
Kembaran 0 2 2
Sokaraja 5 4 9
Pwt. Selatan 6 3 9
Pwt. Barat 4 2 6
Pwt. Timur 29 6 35
Pwt. Utara 2 1 3
Banyumas 64 41 105
       
Sumber : Bank Indonesia Purwokerto    
Ket : -  Kantor BPR terdiri atas Kantor Pusat dan Kantor Cabang  
        -  Kantor BU terdiri atas Kantor Cabang dan Kantor Cabang Pembantu

Semoga Bermanfaat.

Jumat, 08 April 2016

Kuliner Banyumas Bikin kangen

Salam Kuliner ya, kali ini topik kita adalah mengamati kelezatan kuliner di daerah Jawa Tengah khususnya Banyumas. Simak ya.

Pernahkah Anda berkunjung ke daerah ini sebelumnya? Atau mungkin Anda telah sering sekali menemukan orang-orang banyumas di deket aktivitas Anda? Tahukah Anda orang yang suka membawa logat jawa ngapak ini ternyata mempunyai kelezatan kuliner yang perlu dicicipi oleh lidah Anda agar bergoyang.




Kelezatan yang pertama adalah Soto Banyumas, dengar namanya saja mungkin biasa hanya sebuah Soto Ayam dengan kuah. Namun kali ini berbeda, soto yang disajikan kali ini akan lebih menggugah selera makan Anda bahkan isi dompet Anda, karena meskipun rasanya enak tapi harganya sangatlah terjangkau.


Kelezatan berikutnya yaitu Getuk Goreng Banyumas, mungkin ini lebih terlihat biasa didengar. Tapi tahukah Anda getuk goreng ini bukanlah sebuah gorengan ubi dengan gula merah. Getuk ini punya cerita tersendiri tentang asal-usul mengapa ada getuk goreng. Getuk yang dibuat dari ubi yang direbus ini dulunya adalah jajanan pasar yang biasa, sampai semua orang mungkin bosan dengan tampilannya yang seperti itu. Namun konon ceritanya getuk yang mulai tidak laku ini mengalami perubahan dicara penyajiannya yaitu dengan digoreng sebelum dijual. Karena inovasi inilah yang membuat getuk kembali diminati konsumennya.


Kelezatan yang paling gurih buat lidah selanjutnya adalah Mendoan. Dengan satu kali gigitan dan kunyahan akan membuat Anda ketagihan. Mengapa? Mendoan adalah kedelai yang diolah menjadi tempe. namun tempe yang satu ini menggunakan daun pisang untuk membungkusnya. Kelezatannya semakin tercium ketika tempe ini digoreng menggunakan rempah-rempah yang membuatnya semakin lezat.

Lalu, sudahkah Anda mencicipi semuanya? Semoga cepet mencicipi ya, karena rasanya begitu menggiurkan lidah untuk terus bergoyang.



Selasa, 29 Maret 2016

Ekonomi Banyumas



Keadaan ekonomi suatu daerah dapat tercerminkan dari mata pencaharian yang terdapat di daerah tersebut. Kawasan Banyumas misalnya, disana masyarakatnya adalah mereka yang mempunyai ladang untuk bercocok tanam. Maka dari itu, banyak masyarakat di sana yang berpenghasilan dengan menjadi petani.

Dimulai dari petani padi, umbi-umbian, rempah-rempah dan lain-lain. Sistem bertani di daerah ini juga sudah menggunakan berbagai teknik yang modern, jadi tidak salah apabila daerah ini mampu menjadi daerah yang lebih maju.

Berbeda dengan di derah yang lain, selain tanahnya yang subur untuk menanam segala macam tumbuhan. Menjadi peternak juga adalah salah satu sumber penghasilan masyarakat di kabupaten yang terkenal dengan bahasanya yang ngapak.

Sektor peternakan di wilayah ini, seperti memelihara Ayam, Bebek, Burung, Kambing, dan Sapi. Selain berternak untuk disantap sendiri, ada juga hasil ternak yang dijual di luar kabupaten. Apalagi ditambah dengan sarana dan prasarana yang diberikan oleh pemerintah, akan semakin mempengaruhi output dari kedua sektor tersebut.

Sudah dapat diprediksikan bahwa masyarakat banyumas adalah mereka yang mandiri dengan mempunyai keahlian di bagian peternakan juga pertanian. Masyarakat di Kabupaten Banyumas yang terkenal giat dan tidak menyerah ini semakin membuktikan bahwa keadaan ekonomi mereka akan tetap baik-baik saja.

Ebeg Banyumasan

Siapa yang tidak kenal kenal dengan Kabupaten Banyumas yang terletak di Provinsi Jawa Tengah? Tentu, semuanya sering mendengar nama kabupaten tersebut. Namun apa yang terlintas sesaat ketika nama kabupaten tersebut dibicarakan, mari kita simak.

Kabupaten Banyumas adalah sebuah tempat yang terletak di dekat ujung selatan dekat dengan pantai selatan yang diapit oleh dua kabupaten yaitu Kabupaten Kebumen dan Kabupaten Cilacap. Jika Anda, pernah mengunjungi daerah Banyumasan ini, tentu Anda mengenal Kota Purwokerto atau pusat kota dari kabupaten tersebut.


Banyak yang unik dari kabupaten ini, baik dari kesenian hingga kuliner. Bicara tentang adat dan budaya di wilayah yang terkenal dengan sebutan Ngapak ini, maka Anda harus segera mengetahuinya lebih lanjut.


Terdapat banyak kesenian yang akan kita jumpai jika kita berkunjung ke wilayah ini. Kesenian ini diyakini adalah warisan turun-temurun oleh para sesepuh yang sedari dulu telah menetap di wilayah ini. Diantaranya adalah Kesenian Ebeg, Musik Calung beserta Penari Lengger, Gending Banyumasan, Begalan, Musik Kentongan, dan masih banyak lagi.


Kesenian Ebeg yaitu anyaman bambu yang dibentuk menyerupai kuda berwarna hitam atau putih dan diberi kerincingan. Penarinya mengenakan celana panjang dilapisi kain batik sebatas lutut dan berkacamata hitam, mengenakan mahkota dan sumping di telinganya. Pada kedua pergelangan tangan dan kaki dipasangi gelang-gelang kerincingan sehingga gerakan tangan dan kaki penari ebeg selalu bersamaan dengan bunyi kerincing.

Jumlah penari ebeg delapan orang atau lebih, dua orang berperan sebagai penthul-tembem, seorang berperan sebagai pemimpin atau dalang, tujuh orang lagi sebagai penabuh gamelan, jadi satu grup ebeg bisa beranggotakan 16 orang atau lebih. Semua penari menggunakan alat bantu ebeg sedangkan penthul-tembem memakai topeng. Tarian ebeg termasuk jenis tari massal, pertunjukannya memerlukan tempat pagelaran yang cukup luas seperti lapangan atau pelataran atau halaman rumah yang cukup luas.


Waktu pertunjukan umumnya siang hari dengan durasi antara 1 s.d. 4 jam. Peralatan untuk Gendhing pengiring yang dipergunakan antara lain; Kendang, Saron, Kenong, Gong dan Terompet. Selain peralatan Gendhing dan tari, ada juga sesaji yang disediakan berupa; bunga-bungaan, Pisang Raja dan Pisang Mas, dan Kelapa Muda. Tarian ini diiringi oleh musik banyumasan, seperti Ricik-ricik, Gudril, Blendrong, dan lain-lain.


Yang unik, disaat pagelaran, saat ada yang kerasukan dari para pemainnya, mereka biasanya akan memakan pecahan kaca (beling) atau barang tajam lainnya, mengupas kelapa dengan gigi, makan padi dari tangkainya, dan bara api. Sehingga menunjukkan kekuatannya seorang satria, demikian pula pemain yang manaiki kuda kepang menggambarkan kegagahan prajurit berkuda dengan segala atraksinya. Biasanya dalam pertunjukan ebeg dilengkapi dengan atraksi barongan dan cepet. Kalau Anda berkunjung, semoga Anda dapat menikmatinya.

New Post

Haaaaaiiii
Semoga yang kali ini lebih banyak pengunjungnya ya, Amiin.