Siapa yang tidak kenal kenal dengan Kabupaten Banyumas yang terletak di Provinsi Jawa Tengah? Tentu, semuanya sering mendengar nama kabupaten tersebut. Namun apa yang terlintas sesaat ketika nama kabupaten tersebut dibicarakan, mari kita simak.
Kabupaten Banyumas adalah sebuah tempat yang terletak di dekat ujung selatan dekat dengan pantai selatan yang diapit oleh dua kabupaten yaitu Kabupaten Kebumen dan Kabupaten Cilacap. Jika Anda, pernah mengunjungi daerah Banyumasan ini, tentu Anda mengenal Kota Purwokerto atau pusat kota dari kabupaten tersebut.
Banyak yang unik dari kabupaten ini, baik dari kesenian hingga kuliner. Bicara tentang adat dan budaya di wilayah yang terkenal dengan sebutan Ngapak ini, maka Anda harus segera mengetahuinya lebih lanjut.
Terdapat banyak kesenian yang akan kita jumpai jika kita berkunjung ke wilayah ini. Kesenian ini diyakini adalah warisan turun-temurun oleh para sesepuh yang sedari dulu telah menetap di wilayah ini. Diantaranya adalah Kesenian Ebeg, Musik Calung beserta Penari Lengger, Gending Banyumasan, Begalan, Musik Kentongan, dan masih banyak lagi.
Kesenian Ebeg yaitu anyaman bambu yang dibentuk menyerupai kuda berwarna hitam atau
putih dan diberi kerincingan. Penarinya mengenakan celana panjang
dilapisi kain batik
sebatas lutut dan berkacamata hitam, mengenakan mahkota dan sumping
di telinganya. Pada kedua pergelangan tangan dan kaki dipasangi
gelang-gelang kerincingan sehingga gerakan tangan dan kaki penari ebeg
selalu bersamaan dengan bunyi kerincing.
Jumlah penari ebeg delapan orang
atau lebih, dua orang berperan sebagai penthul-tembem, seorang berperan
sebagai pemimpin atau dalang, tujuh orang lagi sebagai penabuh gamelan, jadi
satu grup ebeg bisa beranggotakan 16 orang atau lebih. Semua penari
menggunakan alat bantu ebeg sedangkan penthul-tembem memakai topeng.
Tarian ebeg termasuk jenis tari massal, pertunjukannya memerlukan tempat
pagelaran yang cukup luas seperti lapangan atau pelataran atau halaman rumah
yang cukup luas.
Waktu pertunjukan umumnya siang hari dengan durasi
antara 1 s.d. 4 jam. Peralatan untuk Gendhing pengiring yang dipergunakan
antara lain; Kendang, Saron, Kenong, Gong dan Terompet. Selain peralatan
Gendhing dan tari, ada juga sesaji yang disediakan
berupa; bunga-bungaan, Pisang Raja dan Pisang Mas, dan Kelapa Muda. Tarian ini diiringi oleh musik banyumasan, seperti Ricik-ricik, Gudril, Blendrong, dan lain-lain.
Yang unik, disaat pagelaran, saat ada yang kerasukan dari para pemainnya, mereka biasanya akan memakan pecahan kaca (beling)
atau barang tajam lainnya, mengupas kelapa dengan gigi, makan padi dari
tangkainya, dan bara api. Sehingga menunjukkan
kekuatannya seorang satria,
demikian pula pemain yang manaiki kuda kepang menggambarkan kegagahan
prajurit berkuda dengan segala atraksinya. Biasanya dalam pertunjukan
ebeg dilengkapi dengan atraksi barongan dan cepet. Kalau Anda berkunjung, semoga Anda dapat menikmatinya.