Selasa, 29 Maret 2016

Ekonomi Banyumas



Keadaan ekonomi suatu daerah dapat tercerminkan dari mata pencaharian yang terdapat di daerah tersebut. Kawasan Banyumas misalnya, disana masyarakatnya adalah mereka yang mempunyai ladang untuk bercocok tanam. Maka dari itu, banyak masyarakat di sana yang berpenghasilan dengan menjadi petani.

Dimulai dari petani padi, umbi-umbian, rempah-rempah dan lain-lain. Sistem bertani di daerah ini juga sudah menggunakan berbagai teknik yang modern, jadi tidak salah apabila daerah ini mampu menjadi daerah yang lebih maju.

Berbeda dengan di derah yang lain, selain tanahnya yang subur untuk menanam segala macam tumbuhan. Menjadi peternak juga adalah salah satu sumber penghasilan masyarakat di kabupaten yang terkenal dengan bahasanya yang ngapak.

Sektor peternakan di wilayah ini, seperti memelihara Ayam, Bebek, Burung, Kambing, dan Sapi. Selain berternak untuk disantap sendiri, ada juga hasil ternak yang dijual di luar kabupaten. Apalagi ditambah dengan sarana dan prasarana yang diberikan oleh pemerintah, akan semakin mempengaruhi output dari kedua sektor tersebut.

Sudah dapat diprediksikan bahwa masyarakat banyumas adalah mereka yang mandiri dengan mempunyai keahlian di bagian peternakan juga pertanian. Masyarakat di Kabupaten Banyumas yang terkenal giat dan tidak menyerah ini semakin membuktikan bahwa keadaan ekonomi mereka akan tetap baik-baik saja.

Ebeg Banyumasan

Siapa yang tidak kenal kenal dengan Kabupaten Banyumas yang terletak di Provinsi Jawa Tengah? Tentu, semuanya sering mendengar nama kabupaten tersebut. Namun apa yang terlintas sesaat ketika nama kabupaten tersebut dibicarakan, mari kita simak.

Kabupaten Banyumas adalah sebuah tempat yang terletak di dekat ujung selatan dekat dengan pantai selatan yang diapit oleh dua kabupaten yaitu Kabupaten Kebumen dan Kabupaten Cilacap. Jika Anda, pernah mengunjungi daerah Banyumasan ini, tentu Anda mengenal Kota Purwokerto atau pusat kota dari kabupaten tersebut.


Banyak yang unik dari kabupaten ini, baik dari kesenian hingga kuliner. Bicara tentang adat dan budaya di wilayah yang terkenal dengan sebutan Ngapak ini, maka Anda harus segera mengetahuinya lebih lanjut.


Terdapat banyak kesenian yang akan kita jumpai jika kita berkunjung ke wilayah ini. Kesenian ini diyakini adalah warisan turun-temurun oleh para sesepuh yang sedari dulu telah menetap di wilayah ini. Diantaranya adalah Kesenian Ebeg, Musik Calung beserta Penari Lengger, Gending Banyumasan, Begalan, Musik Kentongan, dan masih banyak lagi.


Kesenian Ebeg yaitu anyaman bambu yang dibentuk menyerupai kuda berwarna hitam atau putih dan diberi kerincingan. Penarinya mengenakan celana panjang dilapisi kain batik sebatas lutut dan berkacamata hitam, mengenakan mahkota dan sumping di telinganya. Pada kedua pergelangan tangan dan kaki dipasangi gelang-gelang kerincingan sehingga gerakan tangan dan kaki penari ebeg selalu bersamaan dengan bunyi kerincing.

Jumlah penari ebeg delapan orang atau lebih, dua orang berperan sebagai penthul-tembem, seorang berperan sebagai pemimpin atau dalang, tujuh orang lagi sebagai penabuh gamelan, jadi satu grup ebeg bisa beranggotakan 16 orang atau lebih. Semua penari menggunakan alat bantu ebeg sedangkan penthul-tembem memakai topeng. Tarian ebeg termasuk jenis tari massal, pertunjukannya memerlukan tempat pagelaran yang cukup luas seperti lapangan atau pelataran atau halaman rumah yang cukup luas.


Waktu pertunjukan umumnya siang hari dengan durasi antara 1 s.d. 4 jam. Peralatan untuk Gendhing pengiring yang dipergunakan antara lain; Kendang, Saron, Kenong, Gong dan Terompet. Selain peralatan Gendhing dan tari, ada juga sesaji yang disediakan berupa; bunga-bungaan, Pisang Raja dan Pisang Mas, dan Kelapa Muda. Tarian ini diiringi oleh musik banyumasan, seperti Ricik-ricik, Gudril, Blendrong, dan lain-lain.


Yang unik, disaat pagelaran, saat ada yang kerasukan dari para pemainnya, mereka biasanya akan memakan pecahan kaca (beling) atau barang tajam lainnya, mengupas kelapa dengan gigi, makan padi dari tangkainya, dan bara api. Sehingga menunjukkan kekuatannya seorang satria, demikian pula pemain yang manaiki kuda kepang menggambarkan kegagahan prajurit berkuda dengan segala atraksinya. Biasanya dalam pertunjukan ebeg dilengkapi dengan atraksi barongan dan cepet. Kalau Anda berkunjung, semoga Anda dapat menikmatinya.

New Post

Haaaaaiiii
Semoga yang kali ini lebih banyak pengunjungnya ya, Amiin.